Tentang Blog Ini

Hai ....... terimakasih sudah berkunjung.

Anda suka film Kung Fu Panda? Jangan bilang kalau belum nonton. Tapi seandainya memang belum, segeralah mencari, barangkali masih ada yang jual VCDnya.

Blog ini tidak ada kaitannya dengan film Kung Fu Panda, Kalaupun terpaksa nyerempet sedikit sebagai pembuka, itu hanya karena saya tidak tahu mesti nulis apa. Kalimat dua paragraf ini saja baru selesai tersusun setelah saya mantheng note book lebih dari tiga jam.

Tidak pernah ada yang gampang buat saya. Termasuk perjalanan hidup saya. Kalau bukan ketemu tanjakan terjal, bisa jadi malah mendapati tembok kokoh yang sulit ditembus. Alhamdulillah, saya memiliki ibu yang sangat pengertian. Berkat bimbingan beliau saya berhasil mengatasi banyak rintangan.

Blog ini saya dedikasikan bagi siapapun, terutama untuk anak-anak yang terpaksa harus meniti jalan terjal.

Sulit seperti apapun keadaan yang harus dihadapi, bukan alasan untuk mengambil jalan pintas. Selalu ada cara untuk keluar dari masalah dan menjalani hidup dengan lebih baik.














Sepenggal Hari-hari Hebohku

Postur tubuh dengan kombinasi wajah yang unik membuat saya harus melalui masa kanak-kanak penuh cemoohan. Ada saja bagian tubuh saya yang bisa dijadikan obyek guyonan.

Saat-saat paling seru saya alami semasa SMP. Salah satu teman saya, Drajad Prasetyo, paling kreatif membidik apapun yang nempel pada diri saya untuk dijadikan bahan olok-olok.

Entah apa yang membuat teman satu ini nampak begitu kecanduan ngerjain saya, seolah dia tidak bisa hidup kalau satu jam saja bibirnya terkatup tanpa nyinyir mengolok-olok ........... (BACA SELANJUTNYA)

Content

JANGAN PERNAH BERPIKIR "TIDAKBISA"



APAKAH AKU BISA?

Pertanyaan ini sering muncul saat seseorang berniat melakukan sesuatu. Biasanya setelah itu lalu merasa gamang.

Semakin kita fokus pada tujuan, seringkali kesulitan dan rintangan yang semula tidak terbayangkan mulai bermunculan satu per satu.

Lebih dari 25 tahun yang lalu saya juga begitu.

Saya bukan keturunan pengusaha, tidak ada pengetahuan sedikitpun mengenai dunia usaha, ditambah lagi tidak ada restu dari ayah saya – terutama karena nilai rapot saya selalu pas-pasan. Jadi komplet sudah rintangan yang harus saya hadapi ketika saya punya niat untuk belajar berniaga.

Saya tidak gamang lagi. Tembok besar sudah membentang di depan mata. Jadi pilihan saya cuma balik kanan.

Tapi ibu saya bilang, kalau punya niat, kerjakan saja, tidak perlu banyak pertimbangan. Karena saya anak mami, saya turuti nasehat itu, hasilnya ………. gagal.

Nah, betul kan, tidak bisa!

Itu kata semua orang, kecuali ibu.

- Jangan pernah berpikir tidak bisa.

Saya percaya ibu saya tidak punya niat buruk, jadi saya turuti lagi nasehatnya.

Gampang ditebak, saya gagal lagi, gagal lagi dannnnn ……. gagal lagi sampai entah berapa kali. Bahkan terakhir bayarannya cukup mahal, saya naik kelas 3 SMA dengan nilai sangat mepet.

Satu-satunya yang membuat saya merasa beruntung adalah karena saat itu ayah saya sedang di luar negeri, jadi saya tidak digantung.

Saya putus asa, tapi ibu bilang, kalau saya menyerah, apapun yang saya lakukan kelak, akan selalu gagal. Saya tidak boleh bermain-main dengan masa depan.

Jadi, saya kerjakan lagi. Kali ini saya dipesan tidak perlu memikirkan apakah nanti akan gagal atau berhasil, pokoknya lakukan saja.


Ajaib, …………........... saya gagal lagi.


Lebih ajaib lagi, kali ini saya malah punya keyakinan, kalau saya tidak berhasil, itu bukan karena saya tidak bisa, tapi karena saya melakukan dengan cara yang keliru.

Saya rasa saat itu saya sudah menjadi setengah tidak waras. Apalagi saya kemudian juga pasang target masuk fakultas teknik, padahal nilai mata pelajaran IPA tertinggi cuma 7, itupun hanya untuk biologi.

Keyakinan positif apapun memang tidak memberi jaminan berhasil, tapi selalu membawa perbaikan.

Kalau kondisi kita menjadi lebih baik, pikiran menjadi tenang, maka tidak ada lagi yang tidak mungkin. Maksud saya, kemungkinan gagal tetap ada, tapi kalau kita berusaha dengan sepenuh hati, kemungkinan berhasil terbuka lebar.

Ini bukan permainan kata, tapi memang begitulah yang terjadi.

Beberapa bulan kemudian bisnis saya mulai lancar, meskipun skalanya masih gurem. Tapi yang penting running well. Saya juga diterima di fakultas teknik. Kali ini tidak ada keajaiban. Semua terjadi karena saya melakukannya dengan sepenuh hati.

Bertahun-tahun kemudian baru saya sadari bahwa kegagalan yang saya alami pada masa-masa awal memang tidak bisa dihindari. Itu seperti anak yang terjatuh saat pertamakali mencoba berdiri. Perkara jatuhnya berulang kali sampai lututnya babak belur, saya rasa itu cuma apes saja. Karena pada akhirnya nanti dia akan berdiri, berjalan lalu berlari.




It's a Long Road

Semasa berniaga sarang burung walet, saya sering melakukan perjalanan luar kota. Rute saya Yogya, Wonosari, Sumpyuh, Yogya, Gresik, Trenggalek, Yogya, Semarang, Cirebon, Jakarta PP. Sebulan menempuh 2 trip, rutin, membuat perjalanan itu cukup membosankan. Bahkan saat saya mendapat keuntungan besar. Apalagi kalau hasilnya cuma mepet.

Tapi ketika saya mulai menikmati setiap jengkal, perjalanan membosankan itu justru kemudian membuat saya menjadi ketagihan. Kalau semula saya khawatir menjadi tua di jalan, setelah itu bahkan saya bisa menikmati setiap perjalanan sebagai bagian dari hidup saya.

Perjalanan itu memberi saya pelajaran bahwa sukses itu hanya kondisi sesaat. Sekedar batu pijakan untuk meraih sukses berikutnya. Setelah satu sukses tercapai kita harus berusaha lagi, kadang lebih keras, karena segera setelah itu akan muncul masalah lagi. Begitu seterusnya berulang-ulang.

Satu-satunya cara supaya saya bisa menikmati sukses lebih lama adalah dengan menikmati seluruh rangkaian perjalanan. Jadi ketika perjalanan itu menjadi sangat panjaaaaaaaang …….. dan sukses tidak kunjung datang, saya tidak kehilangan moment indah hanya gara-gara belum sukses.