Content

SELAMAT TAHUN BARU

Rasanya baru kemarin saya parkir di atas jembatan layang Janti, nunggu kembang api malam tahun baru. Dari atas sana sekaligus bisa melihat kembang api di Alun-alun Utara, Monjali dan Hotel Sheraton. Tapi, belum lagi kembang apinya menyala, anak saya sudah nangis ngajak pulang karena orang-orang yang parkir disekitar mobil saya mulai membakar petasan. Itu terjadi 5 tahun yang lalu.

Tidak lama lagi si kecil berumur 9 tahun. Lucunya sudah banyak berkurang, ganti nakal. Yah, namanya juga anak-anak. Kalau cuma sekedar rewel, ngambeg dan sedikit memaksakan kehendak, ya biar saja. Semua orang pernah ngalami.

Menjelang tahun baru banyak orang merenung, mengevaluasi tingkah lakunya yang sudah lewat dan membuat rencana untuk tahun mendatang. Dulu saya juga begitu. Tapi karena ternyata sampai tahun berganti lagi sebagian besar planning saya tetap hanya menjadi sekedar rencana, tanpa pernah terlaksana, saya tidak lagi melakukannya. Sekarang saya mengevaluasi diri saya dan membuat perbaikan setiap saat, kapan saja saya bisa melakukan, tanpa harus menunggu tahun baru.

Selain sedikit hura-hura pada malam harinya dan keliru nulis tanggal sampai dua atau tiga hari kemudian, bagi saya tahun baru tidak beda jauh dengan hari-hari yang lain. Keesokan harinya, jam 4 saya sudah melek dan tidak bisa tidur lagi, lalu beraktifitas rutin seperti biasa. Barangkali ada yang keliru pada diri saya karena tidak bisa menikmati tahun baru seperti orang lain. Entahlah. Baru kali ini terpikir, itupun karena saya terlanjur manteng blog dan belum ada ide buat diposting.

Anak saya yang sejak tadi memperhatikan saya cuma bengong di depan laptop, mulai protes. Nuntut giliran pakai laptop karena game kesukaannya cuma ada disitu. Memang sengaja semua game tidak saya install di PC supaya saya lebih gampang ngontrol waktu bermainnya. Tapi saya yakin cara itu tidak akan bertahan lama, karena sebentar lagi anak saya pasti sudah bisa menginstall sendiri.

Time is running like quick silver, dan segala sesuatu berubah dengan cepat pula. 22 tahun lalu saya mendapat hadiah ulang tahun seperangkat komputer, mereknya MITAC. Fisiknya gede, dan berat. Kecepatannya 4,7 MHz. Kalau turbonya aktif bisa sampai 10 MHz. Dengan hard disk 20 MB dan monitor VGA, komputer saya termasuk hebat. Tidak banyak yang punya. Harganya lumayan mahal. Hampir 3,6 juta. Kalau dihitung pakai kurs sekarang 30 juta lebih. 22 tahun ternyata bukan waktu yang lama. Kala itu tak seorangpun bakal membayangkan sebuah komputer dengan kemampuan yang berlipat-lipat, fisiknya bakal mengkeret sampai lebih tipis dari buku telepon. IBM 400 yang sesifikasinya jauh dibawah laptop paling cemeng sekalipun fisiknya hampir segede lemari buku. Jadi menurut saya, pada saat segala sesuatu berubah begitu pesat, kalau kita hanya setahun sekali mengevaluasi diri, saya yakin bakal ditinggal semut.

Tapi bagaimanapun juga, semua berpulang pada kebiasaan masing-masing. Tidak salah juga kalau ada yang memanfaatkan sat-saat menjelang tahun baru untuk merenung dan membuat rencana. Tidak keliru pula kalau ada yang melewatkan malam pergantian tahun dalam buaian mimpi. Karena yang hura-hura, merenung atau tidur, semuanya bakalan tetap katut terbawa ke tahun baru. Kecuali bagi yang “kontraknya” habis.

HAPPY NEW YEAR, MAY GOD BLESS YOU


0 comments:

Post a Comment