Content

Selalu Ada Awal untuk Segala Sesuatu


Tidak perduli seseorang sudah uzur atau masih bayi, suatu saat pasti melakukan sesuatu untuk pertamakalinya. Bedanya, bayi dan anak-anak menjalani pengalaman pertamanya secara spontan, sementara orang dewasa melakukannya dengan penuh pertimbangan, cemas, takut, deg-degan, sehingga seringkali orang dewasa gagal sebelum mencoba.

Sebagian besar kegagalan yang saya alami adalah kegagalan prematur semacam itu. Saya menyebut kegagalan konyol, bukan sukses yang tertunda. Ini kegagalan yang merusak mental.

Itu saya sadari benar sejak dulu, tapi nyatanya saya masih saja sering mengalami, meskipun berulang kali pula saya bisa mempertahankan nyali, lalu mencoba, dan kadaaaanggg berhasil.

Saya tidak punya resep untuk mengatasinya, kecuali melakukan saja apapun yang harus saya lakukan, sebaik-baiknya. Perkara nanti berhasil atau gagal, urusan belakang. Tapi apapun yang saya kerjakan, saya tidak pernah melakukannya secara membabi buta. Bekal saya tekad, bukan nekad.

Setiap kali nyali saya kempes, saya bilang pada diri sendiri, “selalu ada awal untuk segala sesuatu”, wajar kalau takut, tapi tidak ada satupun alasan untuk tidak mencoba. Seringkali saya kesandung, jungkir balik, bahkan babak belur. Kadang sakit, kebanyakan ditambah malu, tapi kegagalan sepeti ini selalu memberi pelajaran. Entah baik atau buruk, pelajaran itu memberi fondasi untuk langkah berikutnya. Kita baru bisa maju, kekiri, kekanan atau bahkan mundur setelah mengambil langkah pertama. Tanpa ada langkah pertama, kita tidak akan pergi ke mana-mana, dan tidak akan sampai kemanapun.


0 comments:

Post a Comment